DOKUMENTASI KEGIATAN HAFLAH AKHIRUSSANAH DAN PENTAS SENI TAHUN 2023
Di sini kami menghadirkan para Tutor atau Guru - Guru yang berkualitas dan berpengalaman dengan metode pembelajaran mengikuti kaidah dari Kurikulum 2013
Kegiatan ini adalah bertujuan mengenalkan anak supaya belajar mencintai, menyayangi dan mengenal wisata wisata di sekitar mereka
Kegiatan ini adalah bertujuan mengasah kemampuan siswa dalam hal kesenian dan kreatifitas siswa
Kegiatan ini adalan salahsatu agenda sekolah kami membuat sebuah acara Pembagian Raport anak yang bertuuan meihat hasil prestasi dan perkembangan anak.
Moto Sehat adalah membuat anak Rajin Berolahraga, Gemar Makan Makanan Sehat yang menjadikan anak Indonesia Sehat Jasmani.
Moto Cerdas adalah menumbuhkan anak supaya Semangat Belajar, Rajin Kesekolah untuk masa depan yang cemerlang.
Moto Ceria adalah meumbuhkan dan membuat hati anak selalu Senang, dan anak mempunyai banyak Teman.
Menanamkan dan membentuk karakter anak yang Berakhlak Mulia, mencintai Agama, Budaya, Bangsa, Negara, Teman, dan Orangtua anak.
PAUD Taman Kanak-kanak (TK) Ma'arif Mutiara Bunda - Indonesia, website ini sebagai media informasi TK Ma'arif Mutiara Bunda kepada masyarakat Menyangkut Segala Aspek Pendidikan di TK Ma'arif Mutiara Bunda Sesuai Visi dan Misi Serta Program Kerja Yang Telah di Rencanakan, Kerja Sama Dan Dukungan Kami Harapkan Demi Kemajuan Pendidikan TK Ma'arif Mutiara Bunda
Yuk Gabung bersama kami dengan Klik Daftar Disini
Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan capaian kemampuan Peserta Didik dari hasil pembelajarannya pada akhir Jenjang Pendidikan.
Kurikulum anak usia dini berisi seperangkat kegiatan belajar melalui bermain yang dapat memberikan pengalaman langsung bagi anak dalam rangka mengembangkan seluruh potensi perkembangan yang dimilki oleh setiap anak.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas).
peralatan bermain yang kumplit dan tidak membuat anak bosan, juga tersedia kelas kelas yang luas dan nyaman.
salah satu program unggulan kami adalah meningkatkan kecintaan anak terhadap ketuhanan yang maha esa, maka dari itu kami membuat program kerohanian khusu bagi anak.
keiatan ekstrakurikuler yang kami berika kepada anak anak adalah kegiatan yang bertujuan meningkatkan kreatifitas anak dan mengasah berkembangan diri anak.
Berikut ini kami sampaikan Update Kegiatan - kegiatan kami dan kumpulan sumber Pembelajaran kami :
Progres merupakan suatu gerakan maju atau gerakan kedepan atau gerakan menuju ke tingkatan yang lebih tinggi dari kondisi awal. Progres dapat di bilang sebagai gerakan kemajuan dalam suatu usaha.
Sebagai Tutor, sungguh sangat bangga dengan berbagi ilmu pengetahuan kepada warga belajar. KOBER Ma'arif Mutiara Bunda sebagai sarana Pembelajaran yang sangat membantu untuk menyampaikan berbagai ilmu pengetahuan.
Ai Iah Syamsiah, S.Pd.
Tenaga Pendidik
KOBER Ma'arif Mutiara Bunda yang berada di dusun Sukasari sangat penting keberadaanya di dusun kami, karena sangat membantu kepada para warga sekitar. Program bebas buta aksara akan sangat membantu meningkatkan taraf hidup warga masyarakat. Maju terus Ma'arif Mutiara Bunda.
Hendra, S.Ag.
Komite Sekolah
Motivasi saya belajar di KOBER Ma'arif Mutiara Bunda adalah belajar menjadi yang lebih baik lagi, mendapatkan pembelajaran yang sangat baik dari tutor, selain mendapatkan pembelajaran saya juga mendapatkan banyak ilmu seperti bersosialisasi dengan orang lain.
Ilham
Alumni Tahun 2022
Awalnya ragu karena dengan mengurus masalah legalitasnya seperti rapor dan ijazah. KOBER Ma'arif Mutiara Bunda banyak sekali membantu. Semoga KOBER Ma'arif Mutiara Bunda semakin meningkat kualitasnya. Sukses terus KOBER Ma'arif Mutiara Bunda.
Leli Lailatunnisa
Alumni Tahun 2022
JUMLAH SISWA
JUMLAH GURU
JUMLAH ROMBEL
JUMLAH KOMITE
Kegiatan utama di lembaga ini adalah penyelenggaraan proses belajar dan mengajar, di ruang kelas maupun luar ruang kelas. Bentuk pelaksanaannya berupa kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Pada hakikatnya kegiatan ini bertujuan untuk membantu perkembangan siswa sesuai kebutuhan, potensi, bakat dan minat siswa.
Dalam kitab Sunan Abî Dawud, Imam Abu Dawud Sulaiman memasukkan sebuah riwayat menarik tentang Sayyidina Anas dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Berikut riwayatnya:
قَالَ أَنَسٌ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ خُلُقًا فَأَرْسَلَنِي يَوْمًا لِحَاجَةٍ فَقُلْتُ وَاللَّهِ لَا أَذْهَبُ وَفِي نَفْسِي أَنْ أَذْهَبَ لِمَا أَمَرَنِي بِهِ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, قَالَ: فَخَرَجْتُ حَتَّى أَمُرَّ عَلَى صِبْيَانٍ وَهُمْ يَلْعَبُونَ فِي السُّوقِ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَابِضٌ بِقَفَايَ مِنْ وَرَائِي فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقَالَ: يَا أُنَيْسُ اذْهَبْ حَيْثُ أَمَرْتُكَ, قُلْتُ: نَعَمْ أَنَا أَذْهَبُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, قَالَ أَنَسٌ: وَاللَّهِ لَقَدْ خَدَمْتُهُ سَبْعَ سِنِينَ أَوْ تِسْعَ سِنِينَ مَا عَلِمْتُ قَالَ لِشَيْءٍ صَنَعْتُ لِمَ فَعَلْتَ كَذَا وَكَذَا وَلَا لِشَيْءٍ تَرَكْتُ هَلَّا فَعَلْتَ كَذَا وَكَذَا
Anas bin Malik berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. Suatu hari beliau mengutusku untuk suatu keperluan, aku berkata: ‘Demi Allah, aku tidak akan pergi (mengerjakan perintahnya).’ Padahal diriku sebenarnya ingin pergi melaksanakan apa yang diperintahkan Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam kepadaku.”
Anas berkata: “Lalu aku keluar (rumah). Aku melewati sekumpulan anak-anak yang sedang bermain di pasar, tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tengkukku dari belakang, aku melihat kepadanya, dan beliau sedang tertawa, kemudian berkata: “Wahai Anas, pergilah sebagaimana yang kuperintahkan padamu (tadi).” Aku menjawab: “Baik, aku akan pergi (melaksanakannya), ya Rasulullah.”
Anas berkata: “Demi Allah, sudah tujuh atau sembilan tahun aku mengabdi kepadanya, aku tidak pernah (mendengarnya mengomentari) kesalahan yang kulakukan dalam mengerjakan sesuatu dengan berkata: “Kenapa kau melakukannya begini dan begini,” atau mengomentari (kelalaianku) melakukan sesuatu dengan berkata: “Kenapa kau tidak melakukan ini dan ini.” (Imam Abu Dawud, Sunan Abî Dawud, Beirut: al-Maktabah al-‘Ashriyyah, tt, juz 4, h. 246-247)
****
Sayyidina Anas bin Malik berasal dari suku Najjar, salah satu klan dari suku Khajraz di Yatsrib (Madinah). Ayahnya bernama Malik bin Nadhr meninggal sebelum memeluk Islam, kemudian ibunya, Ummu Sulaim, menikah lagi dengan Sayyidina Abu Thalhah al-Anshari, seorang sahabat nabi yang turut serta dalam Bai’at al-‘Aqabah yang kedua. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, banyak orang yang memberinya hadiah, tapi Ummu Sulaim tidak mampu mengupayakan itu. Dalam salah satu riwayat diceritakan (HR. Imam al-Turmudzi):
قدم رسول الله المدينة وأنا ابن ثمان سنين، فأخذت أمي بيدي، فانطلقت بي إليه، فقالت: يا رسول الله, لم يبق رجل ولا امرأة من الأنصار إلا وقد أتحفك بتحفة، وإني لا أقدر على ما أتحفك به إلا ابني هذا، فخذه، فليخدمك ما بدا لك, قال: فخدمته عشر سنين، فما ضربني، ولا سبني، ولا عبس في وجهي
“Rasulullah datang ke Madinah saat aku berusia delapan tahun, kemudian ibuku menggandeng tanganku dan membawaku pada Rasulullah, ia berkata: “Wahai Rasulullah, tidak seorang laki-laki dan perempuan pun dari kaum Anshar yang datang kepadamu kecuali memberi hadiah untukmu, sedang aku tidak mampu memberimu hadiah kecuali anakku ini. Ambillah, agar ia bisa melayanimu.” Anas berkata: “Aku mengabdi pada Rasulullah sepuluh tahun lamanya, tidak pernah sekalipun beliau memukul, mencaci atau berwajam masam kepadaku.” (Imam al-Dzahabi, Siyar A’lâm al-Nubalâ’, Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 2001, juz 3, h. 399)
Riwayat ini menunjukkan bahwa Sayyidina Anas adalah anak kecil yang memiliki dunianya sendiri, gemar bermain dan bersenang-senang. Andaipun disuruh melakukan sesuatu, tanpa segan ia mengatakan, “tidak”, meski yang menyuruhnya adalah Rasulullah. Ini bukan hal yang aneh, karena begitulah anak kecil. Yang menarik di sini adalah cara bersikap Rasulullah. Mendengar kalimat, “aku tidak akan pergi melakukannya,” beliau tidak menampakkan kemarahan, berwajah masam dan menghardiknya dengan keras, tapi meninggalkannya. Baru kemudian, ketika beliau menjumpai Sayyidina Anas di pasar, beliau memegang tungkuknya dan berkata, “Wahai Anas, pergilah sebagaimana yang kuperintahkan padamu (tadi).
” Dan Sayyidina Anas menjawab, “Baik, aku akan pergi (melaksanakannya), ya Rasulullah.” Ini menarik, karena Rasulullah tidak bertanya, “apa kau sudah melaksanakan perintahku?” Jika Rasulullah menanyakan itu, bisa jadi Sayyidina Anas bingung menjawabnya, karena ia belum melakukannya, bisa saja pertanyaan semacam itu membuatnya terpojok dan akhirnya berbohong. Karena itu, Rasulullah menggunakan pendekatan teladan yang baik dan mudah dimengerti oleh anak kecil, didukung dengan wajah beliau yang sama sekali tidak menunjukkan kemarahan, malah tertawa lepas tanpa beban.
Hal menarik lainnya adalah jeda yang diberikan Rasulullah. Ketika perintahnya ditolak Sayyidina Anas, beliau memberinya ruang agar ia tidak merasa ditekan. Anak kecil tentunya berbeda dengan orang dewasa. Bagi anak kecil, ancaman dirasakan sebagai tekanan, karena fitrahnya memang suka bermain-main. Karena itu, selama sepuluh tahun melayaninya, Rasulullah tidak pernah sekalipun berkata kasar dan menyalahkannya. Sayyidina Anas bercerita (HR. Imam Ahmad):
خدَمْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ وَمَا كُلُّ أَمْرِي كَمَا يُحِبُّ صَاحِبِي أَنْ يَكُونَ مَا قَالَ لِي فِيهَا أُفٍّ وَلَا قَالَ لِي لِمَ فَعَلْتَ هَذَا وَأَلَّا فَعَلْتَ هَذَا
“Aku melayani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selama sepuluh tahun. Tidak semua pekerjaanku sesuai dengan perintah beliau, (tapi) beliau tidak pernah berkata kepadaku (karena ketidak-becusanku) “ah/dasar”, dan tidak pernah (juga) berkata padaku, “kenapa kau lakukan ini?” dan “kenapa tidak kau lakukan (seperti) ini?”
Artinya, Rasulullah sedang mendidik Sayyidina Anas dengan keteladanan, sehingga kesan yang ditangkap olehnya adalah kelembutan pekerti dan kemuliaan akhlak. Sikap Rasulullah inilah yang menumbuhkan rasa tidak enak hati secara alami dalam perasaan Sayyidina Anas. Karena selama bertahun-tahun bersama Rasulullah, ia tidak pernah merasa dipertentangkan dengan keadaan yang membuatnya berbohong, dan dibandingkan dengan anak kecil lainnya hingga menimbulkan perasaan kurang dihargai. Sikap Rasulullah ini menunjukkan bahwa dunia anak-anak adalah dunia yang tidak bisa dipandang secara menyeluruh dengan perspektif orang dewasa.
Karena itu, Rasulullah memperlakukan Sayyidina Anas sebagai anak kecil, bukan sebagai orang dewasa, sehingga apapun kesalahan yang dilakukannya, ia tidak menyalahkannya, tapi memberinya contoh yang benar. Nasihat dan kata-kata memang berarti, tapi bagi anak-anak, contoh keteladanan jauh lebih terasa artinya. Ini bisa dilihat dari sekian banyak riwayat yang menceritakan bagaimana Rasulullah bergaul dengan anak kecil, baik cucunya sendiri, maupun orang lain, termasuk Sayyidina Anas.
Pada akhirnya, Sayyidina Anas bin Malik menjadi maha guru. Ia meriwayatkan ribuan hadits, memiliki banyak murid, dan menjadi penjaga ilmu. Menurut satu pendapat, ia meriwayatkan sekitar 2.286 hadits, dengan murid yang sangat banyak. Ia memiliki banyak anak dan umur yang panjang, sebagaimana doa Rasulullah untuknya, saat ibunya meminta Rasulullah mendoakannya, “allahumma aktsir mâlahu wa waladahu wa athil ‘umrahu waghfir dzanbahu—Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, panjangkanlah umurnya, dan ampunilah dosanya.” (Imam Ibnu al-Jauziy, Shifat al-Shafwah, Kairo: Darul Hadits, 2000, juz 1, h. 278)
Sayyidina Anas bin Malik wafat di usia yang sangat tua karena penyakit kusta. Mengenai di usia berapa ia meninggal, para ulama berbeda pendapat. Abu Ubaid, Qatadah, Hamid dan al-Haitsam bin ‘Adi berpendapat Anas meninggal di usia 91 tahun; al-Waqidi berpendapat di usia 92 tahun; Ibnu ‘Aliyah, Sa’id bin ‘Amir, dan Abu Nu’aim berpendapat di usia 93 tahun; pendapat lainnya mengatakan di usia 103 atau 107 tahun (Imam al-Dzahabi, Siyar A’lâm al-Nubalâ’, 2001, juz 3, h. 406-407).
Intinya, kita harus memperlakukan anak kecil sebagai anak kecil. Jangan paksakan padangan orang dewasa kepada mereka. Karena standar kebenaran anak kecil, belum semapan orang dewasa. Kebenaran bagi mereka masih berganti-ganti, sesuai selera kesenangan mereka. Di samping itu, kita juga harus mengedepankan keteladanan dalam bergaul dengan mereka. Nasihat dan penjelasan tetap harus dilakukan, tapi keteladanan tak bisa ditinggalkan. Bukankah demikian seharusnya? Wallahu a’lam bish shawwab.
Muhammad Afiq Zahara, alumni PP. Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.
Hallo Bunda, Siapa yang tidak ingin punya anak sehat, percaya diri, dan supel? Salah satu cara mendidik anak adalah dengan memberi contoh. Membangun rasa percaya diri anak pun dapat Bunda tanamkan dengan memberi contoh. Cara Bunda berinteraksi dengan anak, atau dengan orang lain, dapat ditiru buah hati. Karena itu, pastikan Bunda selalu memberi contoh interaksi yang baik dalam bersosialisasi.
Cara Bunda berinteraksi dengan anak, atau dengan orang lain, dapat ditiru buah hati. Karena itu, pastikan Bunda selalu memberi contoh interaksi yang baik dalam bersosialisasi.
Beberapa anak punya insting atau bakat bersosialisasi yang baik. Mereka tidak akan ragu memulai percakapan dengan anak atau orang lain dan mudah bergaul. Ada pula anak yang lebih cenderung pemalu saat bertemu orang baru. Bagaimana pun, berikan beberapa contoh interaksi positif kepada buah hati.
Bunda bisa mengajarkan kalimat-kalimat pembuka percakapan yang mudah kepada buah hati. Misalnya, “Halo, nama saya Bulan. Kamu siapa?” atau “Halo, mau main?”. Saat mengucapkan kalimat ini, gunakan intonasi positif dan ajarkan pula bagaimana bereaksi terhadap kemungkinan jawaban yang diberikan.
Menjalin persahabatan adalah sarana yang tepat untuk mengembangkan keahlian sosialisasi anak. Jangan khawatir jika buah hati tidak punya banyak teman, sepanjang ia masih punya beberapa teman dekat di sekitarnya.
Bunda bisa membantu menunjukkan dukungan dengan cara menanyakan kepada buah hati tentang temannya. Dorong dan pupuk pertemanan buah hati supaya ia semakin leluasa dan percaya diri berada dalam lingkungan sosial. Pada akhirnya, buah hati akan semakin membuka diri terhadap pertemanan lain.
Cara mendidik anak dalam hal bersosialisasi juga membutuhkan persiapan anak, terutama untuk skenario atau situasi tertentu. Misalnya, jika anak akan berangkat ke pesta ulang tahun teman atau area bermain, berikan beberapa tips kepada anak. Ajarkan cara mengucapkan selamat ulang tahun, atau cara mendekati teman untuk mengajak bermain. Dengan demikian, anak tidak akan merasa grogi karena tidak tahu bagaimana harus bersikap dalam situasi tertentu.
Bantu anak bersosialisasi dengan memberikan kesempatan untuk bergaul dengan anak lain. Bunda boleh berpartisipasi dalam komunitas orang tua dari teman sekelas anak. Namun, Bunda haru bisa membatasi diri dan tidak terlalu mengontrol dalam pertemanan buah hati.
Orang tua tidak disarankan langsung menengahi anak secara langsung saat bermain dengan temannya. Sebaiknya supervisi dilakukan dari jarak jauh dan ajak anak berdiskusi tentang sesi bermainnya tanpa mengkritik.
Setiap kesempatan sosialisasi yang Bunda ciptakan menjadi ajang pelatihan keahlian sosial yang baik bagi buah hati. Perhatikan gerak gerik anak sambil mempelajari cara untuk semakin memantapkan kemampuan bergaul mereka.
Salah satu cara mendidik anak terbaik dalam bergaul adalah menjadi panutan yang bisa diandalkan. Orang tua juga harus mampu menunjukkan kemampuan menjalin hubungan persahabatan, baik dari yang sederhana seperti bertegur sapa, berinteraksi, dan beradaptasi dengan lingkungan sesama orang dewasa. Ajak anak untuk juga turut menyapa, memberi salam, dan mengucapkan kata perpisahan dengan sopan.
Tipe anak pemalu biasanya perlu bantuan Bunda untuk bergaul. Bagi beberapa anak, masalah ini biasanya akan perlahan menghilang sambil bertambah usianya. Namun, bagi beberapa anak, ketidakmampuan bersosialisasi bisa merupakan pertanda masalah lebih serius.
Jika anak memiliki masalah sosialisasi yang cukup mencemaskan Bunda, tidak ada salahnya jika berkonsultasi kepada dokter anak.
Di usianya ini anak masih belum memahami semua kata. Untuk itu, dalam berkomunikasi dengan mereka haruslah memakai kata-kata yang sederhana agar ia lebih mudah memahami maksud yang Ibu ingin sampaikan. Berikan arahan, perintah, atau kalimat dengan kata-kata yang mudah dipahami anak secara perlahan.
Jangan berbicara terlalu cepat, karena bisa membuatnya bingung. Bila penyampaiannya tepat, maka cara ini dapat menambah kosakata yang ia miliki dan berdampak dalam mengembangkan kemampuan komunikasi anak.
Masa kanak-kanak adalah masa bermain. Meski sudah masuk usia sekolah, tapi Ibu tetap harus memberikannya waktu untuk bermain lebih banyak. Setelah ia selesai mempelajari pelajaran anak TK, berikan ia waktu bebas untuk bermain hal yang ia sukai.
Bermain bagi anak dapat bermanfaat dalam meningkatkan kreativitas, mengekspresikan minat dan bakat, dan melatih kemampuannya. Di sini Ibu bisa mengenali minat dan bakat buah hati. Jika ia lebih tertarik untuk melakukan satu jenis kegiatan, bisa jadi itu merupakan bakat terpendam yang ia miliki. Ibu pun hanya perlu membimbing dan mengarahkan anak supaya bakatnya lebih terasah dan membawa anak meraih kesuksesan.

Anak-anak sangat suka mendengar musik dan bernyanyi. Ibu bisa memanfaatkannya untuk menyampaikan pelajaran anak TK. Dengan bernyanyi, suasana belajar jadi lebih menyenangkan dan anak pun lebih mudah dalam menyerap ilmu yang Ibu berikan. Gunakan lagu yang sudah dihapal oleh anak untuk mengajari ia berbagai hal, seperti nama hewan, nama hari, nama bulan, angka, abjad, dan lain sebagainya.
Proses belajar bagi anak TK masih sangat baru, Bu, sehingga tidak boleh terlalu serius. Pelajaran anak TK pun masih bersifat dasar dan harus diberikan dengan cara yang seru agar si anak tertarik. Untuk anak di usia ini, hal-hal yang dipelajari antara lain berupa mengenal nama, menggambar, menulis, mewarnai, melipat kertas, dan sejenisnya.
Ajarkan dengan perlahan, sabar, dan berikan contoh terlebih dulu untuk menarik perhatiannya. Jika ia sudah tertarik, maka ia pasti ingin melakukannya juga. Selain itu, gunakan aneka warna dan bentuk sebagai media belajar anak, karena anak menyukainya.
Baca juga: Mengenal PAUD Berkualitas, ini 4 Elemen yang Harus Dipenuhi
Siapa bilang belajar hanya bisa di dalam ruangan saja? Belajar juga bisa dilakukan di luar ruangan lho, Bu. Apalagi anak-anak, mereka sangat suka berada di tempat terbuka. Pelajaran anak TK yang disampaikan di luar ruangan bisa memberikan suasana baru agar anak tidak cepat bosan, karena terkadang berada di ruangan tertutup bisa menjadi sangat membosankan.
Pindahkan kelas ke sebuah taman yang rindang dan ramah anak untuk mengenalkan anak secara langsung kepada lingkungan sekitarnya. Bisa juga dengan mengunjungi kebun binatang, museum, atau wisata edukasi yang kini mulai banyak tersedia. Dengan begitu anak-anak bisa melihat langsung hewan, tanaman, benda, dan lainnya. Belajar sambil melihat langsung tentunya lebih menarik, bukan? Anak pun juga lebih gembira dan mudah dalam menghapalnya.

Pelajaran anak TK bisa disampaikan sambil bermain permainan yang edukatif. Metode ini akan membuat proses belajar jadi lebih seru dan tidak membosankan. Misalnya saja saat memperkenalkan aneka hewan, Ibu bisa bermain tebak suara hewan. Minta ia untuk menebak suara hewan apa yang Ibu keluarkan. Pasti anak akan merasa senang dan dapat lebih mudah menyerap ilmu yang Ibu sampaikan.
Anak yang pemalu bisa disiasati dengan dilatih kepercayaan dirinya sejak dini. Salah satu cara mudah untuk melatih kepercayaan diri anak dengan mengajaknya ikut membantu pekerjaan rumah, seperti menyapu, menyirami tanaman, atau membereskan barang. Percaya atau tidak, cara ini sangat efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri anak untuk melakukan sesuatu, Bu.
Sangatlah wajar bila ia masih belum bisa melakukannya dengan baik. Namun kesempatan yang Ibu berikan kepadanya untuk berani bertindak inilah yang dapat mempengaruhi tingkat percaya dirinya saat ia tumbuh besar nanti.
Setiap anak pasti suka diberi hadiah, sekecil apapun itu. Berikan hadiah setiap ia berhasil menyelesaikan kegiatan belajarnya dengan baik. Hadiah tidak harus berupa benda ya, Bu, tapi bisa berupa stiker atau poin yang dikumpulkan dalam sebuah tabel. Jika sudah penuh, Ibu bisa menjanjikannya untuk bermain di taman bermain, mengunjungi kebun binatang, ke pantai, atau bermain air di waterboom.
Baca juga: Kebiasaan Ini Bantu Anak Bersosialisasi
Pastikan Ibu mengajari pelajaran anak TK di atas, ya. Perlu Ibu ingat bahwa di usia ini anak masih dalam tahap berkembang, sehingga membutuhkan proses yang bertahap dan terus-menerus. Tentunya setiap anak memiliki daya tangkap yang berbeda. Jadi jika buah hati tidak sepintar anak lainnya, jangan pernah untuk membandingkannya, karena dapat membuatnya tidak percaya diri. Ibu hanya perlu mengajarinya secara rutin, dan percayalah perlahan ia pasti bisa menyusul teman-temannya.
Untuk mendukung anak belajar, berikan susu Frisian Flag 456 PRIMANUTRI ya, Bu. Susu ini mengandung nutrisi lengkap yang bisa mendukung kecerdasan otak anak. Di dalam susu terkandung nutrisi berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral serta omega 3 dan 6, selenium, serat pangan inulin, zinc, kalsium, dan zat besi.
1. Memiliki kualitas proses pembelajaran yang baik
PAUD yang berkualitas tercipta dari proses pembelajaran yang baik. Adapun sarana prasarana hanya pendukung terjadinya proses pembelajaran yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
2. Bermitra dengan orang tua
Direktorat PAUD Kemdikbud juga menyebut, mitra dengan orang tua menjadi salah satu elemen yang dapat menciptakan PAUD yang berkualitas.
3. Memiliki tata kelola yang baik
PAUD berkualitas setidaknya memiliki tata kelola yang baik seperti kelengkapan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan perencanaan yang baik. Dapodik merupakan sistem pendataan secara nasional yang dijalankan secara terpadu.
4. Memantau dan mendukung terpenuhinya kebutuhan esensial anak
Terakhir, kebutuhan esensial anak yang dimaksudkan meliputi pemenuhan kesehatan dan gizi, pembinaan moral-emosional dan pengasuhan, serta perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan.
Layanan PAUD berkualitas turut mendukung terwujudnya layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) di komunitasnya. PAUD HI adalah penanganan anak usia dini secara menyeluruh.
Ciamis - Kalender Pendidikan Kaldik Provinsi Jawa Barat (Jabar) Tahun Pelajaran 2022/2023 secara resmi telah diterbitkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Kalender Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Pelajaran 2022/2023 tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor 24614/PK.02.01.0-Sekre tertanggal 14 Juni 2022 tentang Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2022/2023.
Seiring dengan pergantian tahun pelajaran, maka setiap satuan pendidikan perlu segera mempersiapkan agenda kegiatan yang disusun dalam kalender pendidikan.
Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Pelajaran 2022/2023 diterbitkan untuk acuan dalam menyusun Kalender Pendidikan tingkat satuan pendidikan TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta di provinsi Jawa Barat.
1. Keputusan Mendiknas nomor 125/U/2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar Efektif di Sekolah.
2. Permendikbud nomor 61 Tabun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
3. Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor Nomor 963 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021, Nomor Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tabun 2022.
4. Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2022, Nomor 1 Tahun 2022, Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Keputusan Bersama Nomor 963 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021, Nomor 4 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022.
5. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi Permendikbudristek nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah.
6. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi Permendikbud ristek nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah.
7. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi Permendikbudrsitek nornor 16 Tahun 2022 tentang Standar Poses pada Pendidikan Anak Usia Dini, jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah.
8. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi Permendikbudristek nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian pada Pendidikan Anak Usia Dini, jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah.
9. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kepmendikbudristek) Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pernbelajaran.
10. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asessmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 013/H/PG.00/2022 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelengaraan Asesmen Nasional Tahun 2022.
Di dalam Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Pelajaran 2022/2023 ditegaskan bahwa beberapa kegiatan dalam kalender pendidikan, dipandang perlu untuk dilaksanakan secara serempak, guna mewujudkan kebersamaan dan kemaslahatan bagi banyak pihak.
Dinyatakan dalam Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Pelajaran 2022/2023 Jenjang SD SMP SMA SMK SLB, bahwa hal-hal lain seperti jeda tengah semester (pekan kreativitas), penilaian tengah semester, penilaian akhir semester, penilaian akhir tahun, dan lain-lain disajikan dalam matriks kalender terlampir sebagai jadwal prakiraan.
Daerah atau satuan pendidikan dapat mengatur lebih lanjut jadwal pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut pada kalender pendidikan daerah/satuan pendidikan, sesuai dengan karateristik dan kondisi masing- masing, dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Jadwal ujian disajikan sebagai prakiraan sementara, sambil menunggu kebijakan lebih lanjut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang penyelenggaraan ujian sekolah bagi siswa kelas terakhir dan Asesmen Nasional (AN) bagi Kelas V, VIII dan XI.
Menurut Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Pelajaran 2022/2023, daerah dan satuan pendidikan diharapkan melengkapi kalender pendidikan dengan menjadwalkan kegiatan lomba dan pembinaan prestasi/kreativitas yang merupakan agenda tahunan nasional di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sesuai program pada direktorat yang relevan.
1. Taman Kanak-kanak
Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi
2. Sekolah Dasar (SD)
Kompetisi Sains Nasional, Kompetisi Olahraga Siswa Nasional, Festival Lomba Seni Siswa Nasional, Lomba Sekolah Sehat, Lomba Adiwiyata, dan Lomba Perpustakaan Sekolah.
3. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Kompetisi Sains Nasional, Kompetisi Olahraga Siswa Nasional, Festival Lomba Seni Siswa Nasional, Festival Lomba Literasi Sekolah, Gala Siswa, Lomba Motivasi Beiajar Mandiri (SMP Terbuka), Lomba Sekolah Sehat, Lomba Adiwiyata, Lomba Perpustakaan Sekolah.
4. Sekolah Menengah Atas (SMA)
Kompetisi Sains Nasional, Kompetisi Olahraga Siswa Nasional, Festival Lomba Seni Siswa Nasional, National School Debating Championship, Lomba Debat Bahasa Indonesia, Lomba Sekolah Sehat, Lomba Adiwiyata, Lomba Perpustakaan Sekolah, Gelar Aksi Karakter Siswa Indonesia (Galaksi).
5. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Kompetisi Olahraga Siswa Nasional, Festival Lomba Seni Siswa Nasional, Lomba Sekolah Sehat, Lomba Adivviyata, Lomba Kompetensi Siswa, Ekspo Pendidikan dan Teknologi (Epitech).
6. Sekolah Luar Biasa (SLB)
Festival. Lomba Seni Siswa Nasional, Kompetisi Olahraga Siswa Nasional, Lomba Keterampilan Siswa Berkebutuhan Khusus (LKSBK), Festival ABK Berseri, Lomba Literasi.
7. Lomba Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Dedikatif, Inovatif dan Inspiratif
Kalender Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Pelajaran 2022/2023 selengkapnya dapat dibaca dan di unduh pada tautan berikut ini.